Cara Membedakan Kulit Asli dan Kulit Sintetis

Cara Membedakan Kulit Asli dan Kulit Sintetis

Produk berbahan kulit sering kali sulit dibedakan dari bahan sintetis hanya dengan melihat foto atau permukaannya. Teknologi finishing modern membuat bahan sintetis dapat dibuat dengan tekstur yang sangat mirip dengan leather.

Karena itu, cara membedakan kulit asli dan sintetis sebaiknya tidak bergantung pada satu ciri saja.

Periksa beberapa hal sekaligus: label material, permukaan, bagian belakang, tepi material, struktur serat, dan informasi dari produsen.

1. Periksa label dan informasi material

Cara paling aman untuk memulai adalah membaca label produk.

Cari informasi seperti:

  • leather;
  • genuine leather;
  • full grain leather;
  • top grain;
  • split leather;
  • suede;
  • nubuck;
  • atau material sintetis seperti PU dan PVC.

Perlu diperhatikan bahwa istilah-istilah tersebut tidak berarti hal yang sama.

“Leather” menunjukkan material yang berasal dari kulit hewan yang telah diproses, sedangkan full grain merupakan kategori tertentu yang mempertahankan grain asli. Split leather juga merupakan leather, tetapi berasal dari lapisan yang berbeda.

Karena itu, jangan menganggap hanya full grain yang merupakan kulit asli.

2. Amati pola permukaannya

Leather merupakan material alami sehingga permukaan kulit dapat menunjukkan variasi alami.

Pori, grain, kerutan, dan variasi tekstur tidak selalu tersusun dengan pola yang benar-benar seragam.

Namun, hal ini bukan berarti kulit asli harus selalu terlihat kasar atau tidak beraturan.

Leather dapat mengalami sanding, embossing, pigmenting, dan berbagai proses finishing yang membuat permukaannya lebih seragam. Bahkan corrected grain dapat diberi pola permukaan baru setelah bagian tertentu dari grain dikoreksi.

perbedaan permukaan kulit asli dan sintetis
perbedaan permukaan kulit asli dan sintetis

Jadi, tekstur yang sangat rapi bukan bukti pasti bahwa sebuah produk terbuat dari bahan sintetis.

3. Lihat bagian belakang material

Jika memungkinkan, periksa bagian belakang atau potongan tepi material.

Leather memiliki struktur serat yang berbeda dari lembaran plastik berlapis kain. Pada produk sintetis, bagian bawah material sering menggunakan textile backing yang memiliki pola anyaman atau rajutan.

Namun, pemeriksaan ini juga tidak selalu mudah karena produk dapat memiliki beberapa lapisan.

Karena itu, gunakan pemeriksaan bagian belakang sebagai salah satu petunjuk, bukan sebagai satu-satunya bukti.

4. Perhatikan bagian tepi

Bagian tepi dapat memberikan informasi tambahan.

Pada leather, struktur serat dapat terlihat pada potongan atau sisi material. Sementara itu, material sintetis berlapis biasanya menunjukkan struktur lapisan yang berbeda.

Tetapi proses finishing dan konstruksi produk dapat menutupi bagian tersebut.

Jika produk menggunakan edge paint atau konstruksi berlapis, tampilan tepi tidak lagi mudah digunakan untuk identifikasi.

5. Rasakan fleksibilitas dan permukaannya

Leather memiliki karakter yang berbeda-beda tergantung jenisnya.

Full grain, corrected grain, suede, nubuck, dan aniline leather dapat memiliki rasa dan fleksibilitas yang sangat berbeda.

Karena itu, tidak tepat mengatakan bahwa semua kulit asli harus terasa lembut.

Sebaliknya, bahan sintetis juga dapat dibuat sangat lembut.

Sentuhan dapat membantu memberikan petunjuk, tetapi sebaiknya dikombinasikan dengan pemeriksaan lainnya.

6. Jangan mengandalkan tes air

Tes tetes air sering digunakan sebagai “tes kulit asli”.

Masalahnya, hasil tes tersebut sangat bergantung pada finishing leather.

Leather dengan sedikit atau tanpa protective coating dapat menyerap air lebih mudah, sedangkan leather dengan protective finish dapat jauh lebih tahan terhadap air. Saphir, misalnya, menjelaskan bahwa respons terhadap air dapat berbeda antara leather aniline dan leather dengan protective finish.

Jadi, air yang tidak meresap bukan berarti produknya palsu.

Sebaliknya, air yang meresap juga bukan bukti mutlak bahwa material tersebut kulit asli.

7. Hindari tes api pada produk jadi

Tes api sering disebut sebagai cara membedakan leather dan sintetis. Namun, cara ini bukan pilihan yang baik untuk memeriksa produk yang sudah jadi.

Api dapat merusak finishing, lapisan pelindung, warna, lem, benang, dan komponen lain pada produk.

Selain itu, leather dapat memiliki berbagai finishing dan konstruksi, sementara bahan sintetis juga memiliki formulasi yang berbeda-beda.

Jika ingin menguji material, lebih baik meminta sampel atau potongan material kepada penjual daripada sengaja membakar produk.

8. Perhatikan bagaimana material menua

Perubahan setelah digunakan dalam waktu lama juga dapat menjadi petunjuk.

Sebagian leather dapat mengalami perubahan warna, menjadi lebih lembut, atau membentuk patina. Full grain leather, misalnya, dapat menunjukkan perubahan karakter seiring pemakaian.

Sebaliknya, beberapa material sintetis dengan lapisan permukaan dapat mengalami retak atau pengelupasan ketika lapisannya mengalami kerusakan.

perbedaan kulit asli dan sinetis ketika sudah menua

Tetapi ini juga bukan aturan mutlak. Jenis material, kualitas konstruksi, penggunaan, dan lingkungan semuanya memengaruhi umur produk.

9. Jangan gunakan harga sebagai bukti

Harga tinggi tidak otomatis berarti kulit asli.

Sebaliknya, harga rendah juga tidak otomatis berarti bahan sintetis.

Harga produk dipengaruhi banyak faktor, termasuk jenis material, desain, pengerjaan, merek, konstruksi, tenaga kerja, dan distribusi.

Karena itu, harga sebaiknya digunakan sebagai informasi tambahan, bukan metode autentikasi.

Cara paling aman memeriksa kulit asli

Jika Anda sedang membeli tas, dompet, sepatu, atau jaket, gunakan urutan sederhana berikut:

1. Baca label → 2. Tanyakan jenis leather → 3. Periksa permukaan → 4. Lihat bagian belakang atau tepi → 5. Periksa konstruksi → 6. Cocokkan dengan informasi produsen.

Semakin banyak bukti yang konsisten, semakin kuat dasar Anda untuk memahami material produk tersebut.

Yang juga penting, “kulit asli” tidak selalu berarti “kualitas tertinggi”. Full grain, corrected grain, split leather, suede, dan jenis lainnya memiliki karakter dan penggunaan masing-masing.

Untuk memahami perbedaan bahan berdasarkan hewan asalnya, baca Perbedaan Jenis Kulit Hewan.

Setelah menemukan produk kulit yang sesuai, perawatannya juga perlu disesuaikan dengan jenis leather dan finishing. Baca panduan Cara Merawat Produk Kulit Asli agar produk tidak cepat rusak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQs)

Aroma dapat memberikan petunjuk, tetapi tidak cukup akurat untuk dijadikan bukti tunggal. Kulit hewan yang telah melalui proses penyamakan dan finishing dapat memiliki aroma yang sangat berbeda, sementara bahan sintetis juga dapat mengandung lapisan, perekat, atau bahan lain yang menghasilkan aroma tertentu.

Karena itu, jangan menentukan keaslian hanya berdasarkan apakah suatu produk “berbau kulit” atau tidak. Periksa juga label material, konstruksi, permukaan, bagian belakang, dan informasi dari produsen.

Tidak. “Genuine Leather” berarti material tersebut merupakan leather, tetapi istilah ini bukan jaminan bahwa kualitasnya merupakan yang paling tinggi.

Kualitas leather dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk bagian hide yang digunakan, struktur grain yang tersisa, ketebalan, proses penyamakan, dan finishing. Istilah seperti full grain, top grain, corrected grain, dan split leather menjelaskan karakter material yang berbeda.

Tidak selalu. Pengelupasan dapat terjadi pada lapisan permukaan atau coating tertentu, sehingga tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh materialnya adalah sintetis.

Sebaliknya, material berbasis PU juga dapat mengalami kerusakan lapisan dan mengelupas seiring waktu. Untuk mengetahui material sebenarnya, periksa label, bagian belakang atau tepi material jika terlihat, serta informasi dari produsen.

Kulit hewan asli berasal dari hide atau skin hewan yang telah diproses melalui penyamakan. Sementara itu, PU leather menggunakan polyurethane sebagai bagian dari material atau lapisan sintetisnya.

Vegan leather adalah istilah yang lebih luas untuk material pengganti leather yang tidak berasal dari hewan. Bahannya dapat berupa PU, PVC, atau material berbasis tanaman maupun material alternatif lainnya. Jadi, PU leather dapat termasuk vegan leather, tetapi vegan leather tidak selalu terbuat dari PU.

Tes api tidak disarankan sebagai metode pemeriksaan produk. Selain berisiko merusak permukaan, produk leather dapat memiliki finishing, coating, perekat, atau komponen lain yang ikut bereaksi terhadap panas.

Karena itu, reaksi terhadap api tidak dapat digunakan sebagai bukti tunggal yang dapat diandalkan. Untuk produk baru, jauh lebih aman memeriksa label material, konstruksi, dan informasi dari produsen.

Tidak. Respons terhadap air tidak dapat digunakan sebagai bukti pasti bahwa material adalah sintetis.

Leather dapat memiliki berbagai jenis finishing dan coating yang memengaruhi kemampuan permukaannya menyerap air. Karena itu, leather asli dengan permukaan yang terlindungi dapat menunjukkan respons yang berbeda dari leather tanpa coating.

Tes air lebih tepat dianggap sebagai pengamatan terhadap karakter permukaan, bukan tes keaslian yang definitif.

Tidak. Pola permukaan yang seragam bukan bukti mutlak bahwa material tersebut sintetis.

Leather asli dapat mengalami proses koreksi dan embossing yang mengubah atau menyeragamkan tampilan grain. Sebaliknya, material sintetis memang dapat dibuat dengan pola yang sangat konsisten.

Karena itu, tekstur sebaiknya dilihat bersama karakter bagian belakang, tepi, konstruksi, label, dan informasi material lainnya.

Bagian tepi atau belakang dapat memberikan petunjuk yang berguna. Leather memiliki struktur serat alami dari hide atau skin, sedangkan material sintetis biasanya memiliki struktur lembaran atau lapisan buatan.

Namun, pemeriksaan ini tidak selalu mudah karena bagian tepi dapat diberi finishing, dilipat, dicat, atau ditutup oleh konstruksi produk. Karena itu, jangan mengambil kesimpulan hanya dari satu bagian yang terlihat.

Tidak disarankan, terutama pada produk baru. Menggores dengan kuku dapat meninggalkan bekas permanen pada finishing, coating, atau permukaan leather.

Respons terhadap goresan juga dipengaruhi oleh jenis leather dan finishing. Jadi, hasilnya tidak cukup spesifik untuk menjadi bukti keaslian. Pemeriksaan tanpa merusak material merupakan pilihan yang lebih aman.

Perubahan tampilan seiring waktu tidak eksklusif menjadi bukti keaslian leather. Finishing dan material yang berbeda dapat mengalami perubahan warna, kilap, atau tampilan akibat penggunaan, gesekan, cahaya, dan perawatan.

Beberapa material sintetis juga dapat dirancang atau difinishing agar memiliki tampilan yang menyerupai perubahan karakter leather. Karena itu, patina sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya metode untuk membuktikan keaslian material.

Tidak selalu. Berat, suhu saat disentuh, ketebalan, kelembutan, dan fleksibilitas bukan ciri yang berdiri sendiri untuk menentukan keaslian.

Jenis leather, ketebalan, lapisan finishing, konstruksi produk, dan kondisi lingkungan semuanya dapat memengaruhi sensasi ketika material disentuh. Material sintetis juga tersedia dalam berbagai ketebalan dan konstruksi.

Tidak. Harga bukan bukti tunggal mengenai jenis material. Harga sebuah produk dapat dipengaruhi oleh jenis bahan, bagian hide yang digunakan, kualitas finishing, konstruksi, pengerjaan, desain, merek, dan faktor komersial lainnya.

Produk leather asli juga dapat memiliki harga yang berbeda-beda, sementara material sintetis dengan finishing yang sangat baik dapat terlihat cukup meyakinkan. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dimulai dari informasi material dan konstruksi produk, bukan dari harga saja.

R

Referensi

Sumber yang digunakan untuk mendukung informasi dalam artikel ini.

  1. 01
    74 Essential Leather Industry Terms Leather Working Group (LWG) · Penjelasan istilah industri seperti full grain, corrected grain, split leather, dan grain.
  2. 02
    Cheat Sheet: Types of “Leather” in Furniture Competition Bureau Canada · Penjelasan mengenai full grain, top grain, genuine leather, split leather, bonded leather, faux leather, dan vegan leather.
  3. 03
    Leather Furniture: True or Faux? Competition Bureau Canada · Panduan konsumen untuk memahami komposisi, karakteristik, daya tahan, dan istilah pada produk kulit.
  4. 04
    Identifying Different Types of Leather Leathercare · Informasi mengenai perbedaan pigmented leather, aniline, suede, nubuck, dan PU leather serta karakter permukaannya.
  5. 05
    How to Clean and Protect PU Leather or Bicast Leather Leathercare · Penjelasan mengenai PU/bicast leather, split leather dengan lapisan polyurethane, dan karakter lapisan sintetis pada permukaannya.
  6. 06
    How to Clean, Condition and Protect Aniline Leather Leathercare · Informasi mengenai sifat porous dan absorbent pada aniline leather serta pengaruhnya terhadap cairan.

Referensi digunakan untuk mendukung pembahasan mengenai identifikasi, istilah, struktur, dan karakteristik berbagai jenis leather. Pemeriksaan visual atau pengujian sederhana seperti respons terhadap air tidak selalu dapat menentukan keaslian secara pasti karena permukaan leather dapat memiliki finishing yang berbeda.

Tinggalkan komentar

Komentar Anda akan muncul setelah moderasi.

0 / 1000

Written by

Putri Ariyanti

12 Posts

Ibu rumah tangga merangkap guru keliling area Denpasar dan sekitar.
View all posts