tokek dan cicak di rumah

Tokek dan Cicak di Sekitar Rumah: Mengenal Gecko dan Cara Hidup Berdampingan

Tokek dan cicak adalah hewan yang cukup mudah ditemukan di sekitar rumah. Mereka dapat muncul di dinding, langit-langit, halaman, garasi, bahkan di sekitar lampu pada malam hari.

Bagi sebagian orang, keberadaan mereka bukan masalah. Bahkan, karena gecko memakan serangga, kehadirannya bisa menjadi bagian dari ekosistem kecil di sekitar rumah. Namun, bagi sebagian lainnya, tokek yang berukuran besar atau suara cicak dan tokek pada malam hari bisa terasa mengganggu.

Pertanyaannya kemudian bukan hanya bagaimana cara mengusirnya, tetapi juga mengapa mereka datang dan apakah keberadaan mereka sebenarnya perlu dikhawatirkan.

Tokek dan Cicak, Apa Bedanya?

Istilah “cicak” dan “tokek” sering digunakan untuk menyebut berbagai jenis gecko yang hidup di sekitar manusia. Namun, keduanya bukan sekadar hewan yang sama dengan ukuran berbeda.

House Gecko (Hemidactylus frenatus) on a vertical wall
House Gecko

Cicak Rumah

Hemidactylus frenatus

Ukurannya relatif kecil dan sering ditemukan di sekitar bangunan. Cicak rumah dapat hidup dekat dengan manusia dan biasanya aktif pada malam hari.

Tokay Gecko (Gekko gecko)
Tokay Gecko

Tokek

Gekko gecko

Berukuran jauh lebih besar dengan pola bintik yang khas. Tokek juga dikenal karena suara panggilannya yang keras dan berulang.

Keduanya merupakan pemakan serangga. Karena itu, menemukan gecko di sekitar rumah tidak selalu berarti rumah tersebut sedang mengalami masalah hama. Kehadiran mereka dapat berkaitan dengan tersedianya makanan, tempat berlindung, dan kondisi lingkungan yang sesuai.

Untuk mengenal lebih jauh perbedaan kedua jenis gecko yang umum ditemukan di sekitar bangunan, lihat juga artikel Geckos in Bali.

Apakah Tokek dan Cicak Berbahaya?

Secara umum, tokek dan cicak yang biasa ditemukan di sekitar rumah bukan hewan berbisa maupun beracun.

Meski begitu, bukan berarti semua gecko aman untuk dipegang. Tokay Gecko dapat menggigit ketika merasa terancam atau ditangani. Karena ukurannya dan kekuatan rahangnya, gigitan tokek dapat terasa sakit.

Cicak rumah memiliki karakter yang berbeda. Mereka umumnya tidak berbahaya bagi manusia dan cenderung menghindari interaksi langsung.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kotoran gecko. Seperti reptil lainnya, gecko dapat membawa Salmonella dan bakteri tersebut dapat ditemukan pada kotorannya. Risiko terutama muncul ketika material yang terkontaminasi masuk ke mulut atau mencemari makanan.

Karena itu, kotoran cicak atau tokek sebaiknya tidak disentuh dengan tangan kosong. Bersihkan dengan hati-hati dan cuci tangan setelahnya, terutama sebelum menyiapkan atau mengonsumsi makanan.

Jadi, keberadaan gecko di rumah tidak otomatis berarti ada bahaya. Yang lebih penting adalah memahami perilakunya dan menjaga kebersihan lingkungan.

Pembahasan mengenai risiko tokek dan cicak dapat dibaca lebih lengkap dalam artikel Are Geckos Dangerous?.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Mengusir Tokek dari Rumah

Mengapa Gecko Masuk ke Rumah?

Jika cicak atau tokek sering muncul di dalam atau di sekitar rumah, ada kemungkinan lingkungan tersebut menyediakan kondisi yang mereka butuhkan.

Setidaknya ada tiga hal yang penting diperhatikan: makanan, air, dan tempat berlindung.

Lampu merupakan salah satu contohnya. Cahaya pada malam hari dapat menarik serangga. Ketika serangga berkumpul di sekitar lampu, area tersebut juga menjadi tempat yang menyediakan sumber makanan bagi gecko.

Air dan kelembapan juga dapat menjadi faktor yang membuat suatu tempat lebih menarik. Sementara itu, celah, retakan, ruang sempit, dan bagian bangunan yang terlindung dapat menyediakan tempat untuk bersembunyi.

Dengan kata lain, gecko biasanya tidak datang ke rumah tanpa alasan. Ada kondisi tertentu yang membuat lingkungan tersebut sesuai untuk mereka.

Itulah sebabnya mengeluarkan satu ekor cicak atau tokek tidak selalu menyelesaikan masalah. Jika kondisi yang menarik mereka masih ada, gecko lain dapat kembali muncul.

Bagaimana Mengurangi Gecko di Dalam Rumah?

Jika keberadaan gecko sudah terasa mengganggu, pendekatan yang lebih efektif adalah melihat kondisi lingkungan daripada hanya berusaha menangkap atau membunuh hewannya.

Beberapa hal sederhana dapat diperhatikan.

Pertama, kurangi penggunaan lampu luar yang tidak diperlukan pada malam hari. Semakin sedikit serangga yang berkumpul di sekitar bangunan, semakin kecil pula sumber makanan yang tersedia untuk gecko.

Kedua, perhatikan sumber air dan kelembapan yang tidak diperlukan. Kebocoran, genangan, atau kondisi lembap di sekitar bangunan dapat menjadi bagian dari kondisi yang menarik berbagai hewan.

Ketiga, periksa celah dan bukaan pada bangunan. Celah di sekitar pintu, jendela, dinding, dan bagian lain dapat menjadi jalur masuk sekaligus tempat berlindung.

Kasa jendela juga perlu dijaga agar tetap dalam kondisi baik.

Pendekatan seperti ini tidak bertujuan menghilangkan seluruh gecko dari lingkungan. Tujuannya adalah mengurangi kondisi yang membuat rumah terlalu menarik bagi mereka.

Dalam konteks pengelolaan hama yang lebih luas, prinsip seperti ini penting: mengelola kondisi lingkungan sering kali lebih berkelanjutan daripada hanya menangani hewan yang terlihat.

Baca juga: 9 Cara Membasmi Cicak dalam Rumah

Mengapa Tokek dan Cicak Sering Bersuara pada Malam Hari?

Salah satu ciri yang paling mudah dikenali dari gecko adalah suaranya.

Cicak rumah dapat mengeluarkan bunyi klik atau cicitan, sedangkan Tokay Gecko dikenal dengan suara yang jauh lebih keras dan khas.

Suara tersebut merupakan bagian dari perilaku alami mereka. Pada gecko, vokalisasi dapat berkaitan dengan komunikasi, termasuk perilaku teritorial dan perkawinan.

Karena itu, suara tokek pada malam hari tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa hewan tersebut sedang agresif atau hendak menyerang manusia.

Bagi orang yang tinggal di daerah yang banyak terdapat gecko, suara tersebut bahkan dapat menjadi bagian yang biasa dari suasana malam.

Mengapa Sebagian Orang Menganggap Tokek Membawa Keberuntungan?

Hubungan manusia dengan tokek tidak selalu berhenti pada aspek biologis.

Di berbagai tempat, hewan dapat memiliki makna budaya yang berbeda. Tokek merupakan salah satu contohnya. Di Bali dan beberapa tradisi di Indonesia, tokek dapat dikaitkan dengan keberuntungan, perlindungan, energi positif, atau pertanda tertentu.

Kepercayaan seperti ini merupakan bagian dari budaya dan cerita masyarakat. Namun, penting untuk membedakannya dari penjelasan ilmiah mengenai perilaku hewan.

Secara biologis, suara tokek berkaitan dengan komunikasi dan perilaku seperti territoriality atau perkawinan. Tidak ada dasar ilmiah bahwa jumlah suara tokek dapat digunakan untuk memprediksi keberuntungan atau kejadian yang akan datang.

Keduanya dapat ditempatkan dalam konteks yang berbeda. Sains menjelaskan bagaimana dan mengapa gecko berperilaku tertentu, sementara budaya memberikan makna yang berbeda terhadap keberadaan hewan tersebut.

Haruskah Kita Mengusir Tokek dan Cicak?

Tidak selalu.

Jika seekor cicak sesekali muncul di rumah, keberadaannya sendiri belum tentu menjadi masalah. Gecko merupakan bagian dari lingkungan dan memakan berbagai serangga.

Namun, jika jumlahnya semakin banyak atau mereka sering masuk ke ruang yang tidak diinginkan, kondisi lingkungan rumah dapat diperiksa.

Daripada hanya berfokus pada hewan yang terlihat, perhatikan apa yang membuat lingkungan tersebut menarik bagi mereka. Cahaya, sumber makanan, air, kelembapan, celah, dan tempat berlindung dapat menjadi titik awal untuk diperiksa.

Jika menemukan Tokay Gecko, sebaiknya hindari menangani atau menangkapnya secara langsung karena dapat menggigit ketika merasa terancam. Untuk cicak dan tokek yang meninggalkan kotoran di dalam rumah, kebersihan tetap perlu diperhatikan.

Pada akhirnya, memahami gecko bukan hanya tentang mencari cara untuk membuat mereka pergi. Dengan mengetahui perilaku dan kondisi yang menarik mereka, kita dapat menentukan kapan keberadaan mereka perlu dikelola dan kapan mereka sebenarnya hanya menjadi bagian dari lingkungan sekitar rumah.

Memahami hewan yang hidup di sekitar kita juga merupakan bagian dari pengelolaan lingkungan yang lebih baik: bukan sekadar menghilangkan hewan yang terlihat, tetapi memahami hubungan antara hewan, bangunan, dan kondisi di sekitarnya.

R

Referensi

Sumber yang digunakan untuk mendukung informasi dalam artikel ini.

  1. 01
    Common House Gecko — Animal Diversity Web University of Michigan · Informasi tentang habitat, perilaku, dan karakteristik Hemidactylus frenatus.
  2. 02
    Tokay Gecko — Animal Diversity Web University of Michigan · Informasi tentang perilaku, habitat, dan vokalisasi Gekko gecko.
  3. 03
    Salmonella — Centers for Disease Control and Prevention CDC · Informasi kesehatan dan pencegahan infeksi Salmonella yang berkaitan dengan reptil.
  4. 04
    Integrated Pest Management (IPM) Principles U.S. Environmental Protection Agency · Prinsip dasar pencegahan dan pengelolaan hama secara terpadu.
  5. 05
    Foraging Biology of Tropical Geckos Marquette University · Penelitian mengenai perilaku mencari makan gecko dan hubungannya dengan lingkungan.

Referensi digunakan untuk mendukung bagian biologis dan kesehatan dalam artikel. Pembahasan mengenai kepercayaan dan makna budaya tokek merupakan konteks budaya, bukan klaim ilmiah.

Tinggalkan komentar

Komentar Anda akan muncul setelah moderasi.

0 / 1000

Written by

Infestica

48 Posts

Infestica adalah platform edukasi independen yang didedikasikan untuk membantu masyarakat memahami, mencegah, dan mengelola hama perkotaan secara bertanggung jawab pada properti di lingkungan tropis melalui pengetahuan praktis dan prinsip Pengelolaan Hama Terpadu (Integrated Pest Management/IPM).
View all posts