lambang sispala bhuana yasa
Lambang Sispala Bhuana Yasa

Sispala Bhuana Yasa: Sejarah dan Perjalanan di SMA Negeri 4 Denpasar

Tulisan ini membahas salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang paling berkesan yang pernah penulis ikuti semasa SMA, yaitu Sispala Bhuana Yasa di SMA Negeri 4 Denpasar.

Tulisan ini terutama merupakan catatan berdasarkan pengalaman dan informasi yang penulis ketahui. Jika terdapat informasi yang kurang sesuai dengan fakta atau ada bagian sejarah yang perlu diluruskan, silakan sampaikan melalui kolom komentar.

lambang sispala bhuana yasa

Profil Umum

Nama organisasi
Sispala Bhuana Yasa SMA Negeri 4 Denpasar
Tanggal berdiri
26 Juni 1990
Motto
Temukan jati dirimu di hadapan alam
Sekretariat
Jl. Gunung Rinjani, Perumnas Monang-Maning, Denpasar Barat, Bali

Tujuan Organisasi

Kegiatan ekstrakurikuler, berdasarkan Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014, diselenggarakan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. Kegiatan kepencintaalaman termasuk salah satu bentuk kegiatan pengembangan bakat peserta didik.

Secara lebih spesifik, tujuan Sispala Bhuana Yasa berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Bab II Pasal 6 adalah:

  1. Mengembangkan mental dan fisik anggota agar dapat mengetahui, mengenal, menghargai, serta mencintai alam beserta isinya sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Mengembangkan kemampuan anggota dalam berorganisasi secara benar demi kemajuan sekolah pada khususnya dan masyarakat pelajar pada umumnya tanpa membedakan golongan.
  3. Menyalurkan minat dan bakat anggota dalam olahraga di alam bebas serta mengembangkan penalaran dan wawasan ilmu pengetahuan.

Sejarah Singkat Sispala Bhuana Yasa

Era 1990-an

Kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam di SMA Negeri 4 Denpasar sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1982. Namun, dalam perjalanannya kegiatan tersebut beberapa kali mengalami kevakuman karena jumlah peminat yang tidak banyak.

Barulah pada 26 Juni 1990, Sispala Bhuana Yasa secara resmi didirikan.

Nama Bhuana Yasa terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu bhuvana yang berarti dunia atau bumi dan yaśā yang berkaitan dengan kecantikan atau kemuliaan. Nama tersebut merupakan hasil diskusi anggota dengan Mapala Wanaprastha Dharma Universitas Udayana.

Penomoran anggota dimulai pada angkatan II. Nomor anggota 0001 diberikan kepada I Putu Agus Juniartha dari angkatan II.

Pada masa awal berdirinya, sistem organisasi masih belum terlalu rapi dan jumlah kegiatannya pun masih terbatas. Salah satu kegiatan besar yang diikuti adalah Latihan Dasar Gabungan (Latgab) I pada tahun 1996.

Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa sekolah, yaitu SMAN 4 Denpasar, SMA Santo Yoseph, SMA PGRI 6 yang sekarang menjadi SMA PGRI 2, SMA Widya Pura yang sekarang menjadi SMA Harapan, serta SMAN 5 Denpasar. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pemuda Jimbaran.

Latgab tersebut diprakarsai oleh Mapala Wanaprastha Dharma UNUD, sedangkan kepanitiaannya lebih banyak melibatkan anggota angkatan IV.

Sistem keorganisasian Sispala Bhuana Yasa kemudian semakin berkembang. Pada masa kepengurusan angkatan VII tahun 1997, disusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Dengan adanya AD/ART tersebut, Sispala Bhuana Yasa menjadi satu-satunya organisasi kesiswaan di SMAN 4 Denpasar di bawah OSIS yang memiliki AD/ART pada saat itu.

Awal Mula Wall Climbing

Pada periode ini, pembangunan wall climbing menjadi salah satu mimpi yang ingin diwujudkan oleh anggota Sispala Bhuana Yasa.

Usaha penggalangan dana dimulai pada tahun 1995, pada masa bakti angkatan IV. Namun, dana yang terkumpul belum mencukupi untuk mewujudkan pembangunan tersebut.

Hingga akhirnya, pada tahun 1997, bersamaan dengan krisis moneter yang melanda Indonesia, wall climbing pertama berhasil dibangun. Wall tersebut didirikan di bagian selatan sekolah dengan ketinggian kurang lebih setara dengan atap bangunan.

Karena keterbatasan anggaran pendidikan saat itu, pembangunan wall sepenuhnya dibiayai melalui kerja keras anggota Bhuana Yasa.

Era 2000-an

Meskipun telah memiliki wall climbing sendiri, fasilitas tersebut dirasa belum memenuhi standar yang diperlukan untuk kegiatan panjat dinding. Salah satu persoalannya adalah panjang jalur yang belum mencapai standar nasional, yaitu minimal 15 meter pada saat itu.

Muncul gagasan untuk merenovasi sekaligus memindahkan wall climbing ke lokasi yang sekarang. Pemindahan dilakukan karena lokasi sebelumnya kemudian digunakan sebagai tempat parkir siswa kelas III.

Pembiayaan pembangunan berasal dari bazar dan sponsor angkatan IX, sementara biaya pondasi ditanggung oleh pihak sekolah.

Wall climbing tersebut diresmikan bertepatan dengan pergantian milenium, pada 1 Januari 2000 pukul 00.00.

Bagi Sispala Bhuana Yasa, pembangunan wall ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan organisasi. Wall tersebut tidak hanya menjadi fasilitas latihan, tetapi juga menjadi simbol perjuangan anggota untuk membangun organisasi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Bhuana Yasa Cup

Setelah berdirinya wall climbing, Sispala Bhuana Yasa mulai menyelenggarakan kompetisi panjat dinding tahunan yang dikenal dengan nama Bhuana Yasa Cup.

Bhuana Yasa Cup I diselenggarakan pada tahun 2000 dengan peserta pelajar dari seluruh Bali.

Karena berbagai kendala, Bhuana Yasa Cup II baru dilaksanakan pada tahun 2002. Kali ini peserta tidak hanya berasal dari Bali, tetapi juga dari NTB.

Pada tahun 2004, Bhuana Yasa Cup III kembali dilaksanakan dengan jangkauan peserta dari Jawa, Bali, dan Lombok.

Bhuana Yasa Cup III kemudian menjadi kompetisi panjat dinding terakhir untuk beberapa waktu karena adanya aturan baru dari FPTI yang menyatakan bahwa wall climbing yang digunakan saat itu belum layak untuk kompetisi.

Bhuana Yasa Gathering Camp

Selain Bhuana Yasa Cup, kegiatan besar lainnya adalah reuni akbar Bhuana Yasa Gathering Camp I yang diselenggarakan di Buyan II pada tahun 2005.

Kegiatan ini mengambil tema “Let’s Share the Green”.

Pada Gathering Camp pertama tersebut juga dilaksanakan pelantikan Pak Dena Arsana sebagai anggota kehormatan pertama Sispala Bhuana Yasa.

Setelah itu, kegiatan reuni kembali dilaksanakan secara berkala.

Penyempurnaan AD/ART

AD/ART organisasi mengalami dua kali penyempurnaan pada era 2000-an.

Penyempurnaan pertama dilakukan pada masa kepengurusan Oriza Angga Irawan (X) pada tahun 2001, dengan penambahan aturan mengenai atribut organisasi.

Penyempurnaan berikutnya dilakukan pada tahun 2006, pada masa kepengurusan Nyoman Ginastra (XIV). Salah satu hal yang diatur adalah mengenai kontak fisik dalam kegiatan pendidikan dan latihan.

Penyempurnaan tersebut antara lain dipengaruhi oleh kasus kekerasan yang terjadi di IPDN. Peristiwa tersebut turut memengaruhi pola pendidikan dan latihan berbagai organisasi sekolah dan kampus di Indonesia.

Dampaknya juga terasa di Sispala Bhuana Yasa. Latihan fisik mulai berkurang dan perizinan kegiatan alam bebas dari pihak sekolah menjadi lebih terbatas pada angkatan-angkatan berikutnya.

Era 2010-an

Memasuki tahun 2010, Sispala Bhuana Yasa kembali mengadakan Gathering Camp II dengan tema “Connecting the Trace History”.

Kegiatan kembali dilaksanakan di Buyan II. Fokus kegiatan saat itu adalah mendiskusikan situasi dan permasalahan yang secara nyata dihadapi oleh pengurus Bhuana Yasa.

Karena terbatasnya kegiatan yang dapat melibatkan anggota alumni, Gathering Camp III kemudian diadakan pada tahun 2012 dan berkembang menjadi agenda yang lebih rutin.

Pembiayaan dan pelaksanaannya sepenuhnya ditanggung oleh anggota alumni.

Gathering Camp III mengambil tema “Come in Unity”. Kegiatan berikutnya adalah Gathering Camp IV pada tahun 2013 dengan tema “Restore Our Pride”.

Gathering Camp tersebut dilaksanakan setelah renovasi wall climbing selesai.

Pada tahun 2014 dilaksanakan Gathering Camp V dengan tema “Pride to Transform”.

Tahun 2015 menjadi salah satu momen berbeda karena Gathering Camp untuk pertama kalinya dikonsep dan dilaksanakan oleh pengurus. Kegiatan tersebut mengangkat tema “New Condition for New Atmosphere”.

Gathering Camp berikutnya dilaksanakan pada tahun 2017 dengan tema “We’re Born to Grow”.

Kecuali Gathering Camp II, seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan di Bumi Perkemahan Buyan I.

Renovasi Wall Climbing

Renovasi wall climbing berikutnya dilakukan pada tahun 2013. Kegiatan ini meliputi penguatan konstruksi rangka dan penggantian papan kayu dengan papan fiber yang disesuaikan dengan standar internasional.

Pembangunan tersebut dimotori oleh Widiastra (VI) dan seluruh biayanya berasal dari donasi anggota alumni.

Setelah renovasi selesai, kegiatan kompetisi panjat dinding Bhuana Yasa Cup kembali dilaksanakan dengan peserta tingkat SMP dan SMA se-Bali.

Bhuana Yasa Cup IV diselenggarakan pada tahun 2018, kemudian dilanjutkan dengan Bhuana Yasa Cup V pada tahun 2019.

Perubahan Fokus Kegiatan

Pada era 2010-an, kegiatan Sispala Bhuana Yasa mulai lebih banyak diarahkan pada kegiatan lingkungan hidup dan pengembangan penalaran ilmu pengetahuan.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pembuatan pupuk kompos, hidroponik, aksi bersih pantai dan sungai, serta kegiatan bakti sosial.

Perubahan tersebut diperkuat dengan dibukanya Divisi Lingkungan Hidup melalui revisi AD/ART pada tahun 2016, pada masa kepengurusan Arya Bayu (XXIV).

Pada periode yang sama, kebijakan sekolah juga memengaruhi pelaksanaan kegiatan pelantikan. Kegiatan pelantikan yang sebelumnya biasa dilakukan di Gunung Batur kemudian dilaksanakan bersama ekstrakurikuler lain melalui kegiatan KIBAR (Kemah Ilmiah Bersama).

KELANA

Kebijakan sekolah pada masa itu membuat partisipasi dan keterlibatan alumni dalam kegiatan ekstrakurikuler menjadi semakin terbatas.

Selain itu, terdapat perbedaan pemikiran antara anggota alumni dan anggota aktif yang berasal dari generasi berbeda.

Untuk tetap menjaga silaturahmi sekaligus menyalurkan minat yang sama di antara para alumni, anggota alumni yang dimotori oleh Widi (VI) kemudian membentuk sebuah perkumpulan yang disebut KELANA.

Keanggotaan

Seperti perkumpulan pecinta alam pada umumnya, Sispala Bhuana Yasa memiliki beberapa jenis keanggotaan, yaitu anggota muda, anggota biasa, anggota alumni, dan anggota kehormatan.

Anggota muda merupakan calon anggota yang telah menyelesaikan latihan dasar (latdas).

Setelah menjalani masa bakti, anggota muda dapat dilantik menjadi anggota biasa dan memperoleh nomor anggota.

Kegiatan Sispala Bhuana Yasa

Pada masa awal, kegiatan Sispala Bhuana Yasa lebih banyak berfokus pada latihan fisik dan pembinaan mental untuk mendukung kegiatan pendakian serta panjat dinding.

Seiring perkembangan organisasi, terutama memasuki era 2010-an, orientasi kegiatan mulai berkembang dengan semakin besarnya perhatian terhadap lingkungan hidup.

Beberapa kegiatan Sispala Bhuana Yasa antara lain:

Lingkungan Hidup

  • Pembuatan kompos
  • Hidroponik
  • Aksi bersih lingkungan
  • Bakti sosial

Panjat

  • Bhuana Yasa Cup

Hutan Gunung

  • Hiking
  • Penjelajahan

Gathering Camp

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan reuni anggota dan alumni Sispala Bhuana Yasa.

Gathering Camp pertama dilaksanakan pada tahun 2005 di Bumi Perkemahan Buyan II. Kegiatan besar berikutnya dilaksanakan pada tahun 2010 dan 2015.

Pada tahun 2020, kegiatan Gathering Camp tidak dapat dilaksanakan karena pandemi COVID-19.

Baca juga: Kilas Balik Gathering Camp Bhuana Yasa

Atribut Organisasi

Beberapa atribut yang digunakan dalam Sispala Bhuana Yasa antara lain:

  • Jaket
  • Baju angkatan
  • Slayer
  • Baju angkatan
Referensi
  1. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
  2. Sanskrit Dictionary — Bhuvana
  3. Wisdom Library — Yasa
  4. AD/ART Sispala Bhuana Yasa (dokumen internal organisasi)

Tinggalkan komentar

Komentar Anda akan muncul setelah moderasi.

0 / 1000

Written by

Gin

11 Posts

Pengajar serabutan, pecinta kopi dan tanaman.
View all posts